Betapa ketika saya memiliki idealisme yang harus terpenuhi, terselesaikan dalam target tertentu, menghasilkan sesuatu dalam kuota yang pas; tidak kurang, tidak lebih...lalu tiba-tiba, saya mesti menggadaikan sang idealisme karena ada komunitas yang tidak menerima (baca: tidak kuat menerima). Lalu apa yang mesti saya lakukan?
Melawannya, memaksa mereka memeluk kebijakan yang saya tetapkan hanya agar egonya terpenuhi , otaknya jadi lega dan keseluruhan jiwanya berteriak: “Yeah, it worked!”.
Atau mengikuti arus yang mereka sedang dan selalu mengalir di situ? Agar mereka terhargai dengan kekurangan-kekurangan mereka (yang dirasa tidak perlu dirubah karena terlanjur mendarah daging), ikut saja mengalir. Tanpa ada sesuatu yang diperbaiki. Tanpa membuahkan perubahan. Tanpa tujuan. Tanpa cita-cita. Seperti jika kamu bermain bola basket tapi tidak punya ring.
Jika ini yang terjadi, sudah sepantasnya saya menangis. Merasa tidak bergerak, kalah, tidak berguna.
Tetap, semoga masih ada kali yang lain untuk saya menyemaikan ego, dalam artian positif. Semoga.
September 2, 2010
No comments:
Post a Comment