Hujan. Tiba-tiba teringat kita dan hujan. Back home, from Kyai Langgeng.
Itu hujan termenakjubkan.
Ia meleburkan penat. Seolah semua luruh, seiring mengalirnya hujan ke atas kepala, membasahi tubuh. Menggigil sedikit, tapi itulah reaksi -leburnya lelah- menyatu dengan air-air itu, mengaliri selokan, berbelok ke sungai, berkumpul di laut.
Di lautlah para lelah, capai dan emosi bernostalgia. Mentertawakan kelemahan yang dulu meraja.
Lucu bukan, penat yang dulu terasa berat, ketika sudah terkumpul di sana, jadi terlihat remeh.kecil. tidak lagi terlihat hebat. Mereka kalah oleh birunya laut yang entah berbatas di mana. Mereka musnah, dilempar ombak yang berdebur tidak henti.
Air itu hebat. Hujan juga hebat. Laut apalagi. Namun Dia tentu, yang Maha Hebat.
Rewritten on Saturday, April 16 2011
No comments:
Post a Comment