These are the chronicles of life and death and everything between-These are the stories of our life as fiction all as they may seem

Friday, August 05, 2011

Berbagai Wajah Kelapa Muda

Kelmud Gula Jawa
 Kalau hawanya panas enaknya ngapain? Nge-es lah ya?
Berapapun banyaknya warung kecil, atau kedai pinggir jalan raya yang jualan es semacam ini, pasti laku.
Berapapun banyak saingan pedagang yang menawarkan barang yang sama, akan tetep laku.

See..stomach is never die.
Kelmud Bakar
Kelapa muda bakar ini, punya rasa yang cukup unik. Seger, tapi agak ada asem-asemnya gitu.
Plus, nunggunya jadi agak lama karena kudu dibakar dulu (ya iya laah)..

Dijual banyak di jalan Solo-Sragen.
Murah kok, hanya Rp 3.500,- s/d Rp 5.000,-

Have a drink!

Thursday, May 19, 2011

From Djogdja with Love

 Kalau ditawari jalan, maka tempat yang saya pilih pertama kali pasti, PANTAI.

Dan kali itu, suatu pagi di bulan Februari, sepupu saya yang doyan melancong, membujuk untuk tidak sekedar pergi ke Parangtritis, bermain buih di sana, tapi juga 'menikmati'nya dari tinggi... menantang angin.

a New picnic site, named: Parangndok.






Lain waktu, kalau ke sana lagi saya bakal bawa termos isi kopi panas.
Hmmm....
 What a wonderful God's creature!

Parangtritis, on 04.00 pm

See ya on the next arrival!

Friday, April 29, 2011

Idealisme

     Betapa ketika saya memiliki idealisme yang harus terpenuhi, terselesaikan dalam target tertentu, menghasilkan sesuatu dalam kuota yang pas; tidak kurang, tidak lebih...lalu tiba-tiba, saya mesti menggadaikan sang idealisme karena ada komunitas yang tidak menerima (baca: tidak kuat menerima). Lalu apa yang mesti saya lakukan?
Melawannya, memaksa mereka memeluk kebijakan yang saya tetapkan hanya agar egonya terpenuhi , otaknya jadi lega dan keseluruhan jiwanya berteriak: “Yeah, it worked!”.
Atau mengikuti arus yang mereka sedang dan selalu mengalir di situ? Agar mereka terhargai dengan kekurangan-kekurangan mereka (yang dirasa tidak perlu dirubah karena terlanjur mendarah daging), ikut saja mengalir. Tanpa ada sesuatu yang diperbaiki. Tanpa membuahkan perubahan. Tanpa tujuan. Tanpa cita-cita. Seperti jika kamu bermain bola basket tapi tidak punya ring.
Jika ini yang terjadi, sudah sepantasnya saya menangis. Merasa tidak bergerak, kalah, tidak berguna.
Tetap, semoga masih ada kali yang lain untuk saya menyemaikan ego, dalam artian positif. Semoga. 


September 2, 2010 

hening

aku tahu pasti untuk pembatas yang akan tetap ada antara aku dan kamu
usahlah kau coba enyahkannya ketika eksistensiku bersiggungan pembatas itu
tenang dan rasakanlah bahwa itu nyata dan seorang aku akan selalu,
dan dengan sebaik mungkin berusaha untuk menerima adanya tanpa syarat

karena aku akan tetap berada layaknya bulan dengan biasan cahaya
karena bulan tak memiliki sinarnya sendiri
hingga lelah ia meremang kelam dengan redup
tanpa sanggup meredakan gelap hingga adanya tetap disebut malam

in the different crowds you can't always share me everything you have
then i can just give those little things from my tiny side till i reach your edge
it's hard to live here but here i am, stay alive and still okay with no escape

sulit memang, tapi aku tidak ingin gaduhkanmu dan mereka
letih memang, tapi aku tidak ingin penghiburanmu dan mereka
karena ini semua tentang aku, maka itu semua akan ada dariku
meskipun benar bahwa butuh adalah lebih dari sekedar ingin

tetap saja kamu  kan terus berada di sana bersama keributan yang sibuk
tidak ingin menghalau perhatianmu yang banyak hanya untuk butuhku
maka aku akan tetap hening di sini dan sepenuhnya mendukungmu
mencoba tanpa keluh, tanpa gaduh, atau tunjukkan rapuh

Thursday, April 21, 2011

'rasa' itu terindera lagi


Rasanya aneh ketika mencoba menulis lagi...
seperti mendaratkan emosi-emosi yang akhir-akhir ini mengudara bebas
memerangkapnya dalam teralis tanpa upaya, yang seringkali membuatku kepayahan kalau ia berjumpalitan
membatasi geraknya




Rasanya aneh...
membawaku perlahan menemui jumawa dan sabar yang lama terabaikan.
Tak apa... semoga cepat terbiasa lagi.
dengan nyaman itu
dengan rasa lega ketika banyak lebaran tertulisi dengan tinta, hingga akhirnya lembaran terakhir dihabisi juga
dengan semangat baru ketika mengisi lembar baru yang benar-benar masih kosong



Rasanya, seperti  meluapkan isi hati dan otak pada tempat yang tepat
mengijinkan mereka menengok isinya kembali di lain waktu, 
dan merasa bahwa kesemuanya...fulfilled! 
That’s it.

September 2, 2011 – 10.14 pm

Wednesday, April 20, 2011

about Rain

Hujan. Tiba-tiba teringat kita dan hujan. Back home, from Kyai Langgeng.
Itu hujan termenakjubkan.

Aku suka air.hujan.laut.
Ia meleburkan penat. Seolah semua luruh, seiring mengalirnya hujan ke atas kepala, membasahi tubuh. Menggigil sedikit, tapi itulah reaksi -leburnya lelah-  menyatu dengan air-air itu, mengaliri selokan, berbelok ke sungai, berkumpul di laut.
Di lautlah para lelah, capai dan emosi bernostalgia. Mentertawakan kelemahan yang dulu meraja.
Lucu bukan, penat yang dulu terasa berat, ketika sudah terkumpul di sana, jadi terlihat remeh.kecil. tidak lagi terlihat hebat. Mereka kalah oleh birunya laut yang entah berbatas di mana. Mereka musnah, dilempar ombak yang berdebur tidak henti.
Air itu hebat. Hujan juga hebat. Laut apalagi. Namun Dia tentu, yang Maha Hebat.
Rewritten on Saturday, April 16 2011

Friday, April 15, 2011

old SPL

perjalanan leading to the beach
aula IAIN Wali Songo
inside bus
menantang angin laut
sajian pinggir pantai
ramai memecah busa air laut
hiburan saat  lelah dan lengah

Monday, April 11, 2011

Pergi

tergaung kembali kemudian sepi
menyela ingatan untuk bias yang belum sempurna
terurai indah, menyapu resah, enyahkan lelah


hening sesaat menorehkan warna-warna
terlepas begitu saja dengan penuh kebebasan
yang dengan kepergian itu ia pun ternanti
sampai henti